Koleksi Antologi Bendera Modern

Koleksi Antologi Bendera Modern – Kisah-kisah Panji, kisah legendaris para pangeran dari Jawa Timur, adalah warisan sastra yang masih relevan dalam menggambarkan kondisi kontemporer dan masa depan Indonesia.

Akan tetapi, zaman modern membutuhkan beberapa penyesuaian pada waktu-waktu tertentu dan ini juga berlaku untuk legenda Panji. Dalam beberapa tahun terakhir, legenda Panji telah melalui beberapa transformasi dan salah satunya adalah adaptasi ke dalam cerita pendek modern.

Dewan Seni Jawa Timur menyelenggarakan kontes menulis cerita pendek berbasis Panji pada tahun 2012 dan publikasi 10 cerita terbaiknya akhirnya diambil alih oleh Komunitas Seni Budaya BranGWetan, sebuah komunitas seni dan budaya Jawa Timur, pada akhir 2019.

Koleksi Antologi Bendera Modern

Koleksi ini, berjudul Panji Metanarasi: Antologi Cerpen Berbasis Cerita Panji (Panji Meta-narasi: Antologi Cerita Pendek Berbasis Panji), berisi 10 cerita yang dibuat oleh 10 penulis dengan Mashuri sebagai editor. Para penulis berasal dari berbagai generasi dan daerah.

Profesor sastra Universitas Negeri Malang Djoko Saryono mengatakan, cerita pendek telah mengubah tradisi lisan narasi Panji menjadi sumber penciptaan.

“Cerpen-cerpen ini merupakan penerimaan Panji, mencoba mengubah legenda Panji Jawa menjadi cerita Indonesia,” katanya.

Djoko menambahkan bahwa dalam konteks kemajuan budaya, aspek perlindungan, pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan harus diperhitungkan.

Meta-narasi ini adalah pemanfaatan Panji dalam arti menjadi sumber kreativitas dan inovasi, katanya.

Dia mencatat hubungan antar teks yang nyata antara karya sastra Indonesia dan daerah.

“Ini menunjukkan bahwa cerita pendek Indonesia juga memproses akar tradisional sebagai sumber penciptaan sastra, sehingga hubungan estetika mereka dengan cerita Panji adalah konkret,” katanya.

Cerita-cerita dalam koleksi antologi ini mengadopsi tema Panji dalam gaya dan dari sudut pandang penulis mereka, beberapa mengikuti struktur Jawa yang khas dan yang lainnya muncul dalam versi modern dengan mempertahankan sumber aslinya. 99Bandar

Karena itu, Panji tidak selalu terkait dengan seorang pangeran. Para penulis sengaja membawanya keluar dari konteks asli untuk diberikan yang baru sehingga interpretasi baru disajikan.

Gunawan Maryanto menceritakan kisah Panji Laras. Awalnya, Panji Laras menceritakan kisah seorang pangeran, lahir di luar nikah, yang menjadi legenda dalam adegan adu ayam ribuan tahun yang lalu di Jawa Timur. Dalam adaptasi ini, bagaimanapun, Panji Laras adalah nama kapten dari sebuah klub sepakbola bernama PS Cinde Laras, berasal dari nama ayam jantannya. Ketegangan dan aturan sabung ayam tampaknya relevan dengan urusan sepak bola negara hari ini.

Kisah Ande-Ande Lumut yang diberikan oleh penulis Malang almarhum Ratna Indraswari Ibrahim bukan tentang persaingan antara para wanita atau klething untuk memenangkan cinta Ande-Ande Lumut atau Pangeran Panji Asmarabangun seperti pada sumber aslinya. Ratna, sebaliknya, menghasilkan monolog panjang dari Candra Kirana (sebuah ketukan) tentang bagaimana seorang wanita harus bertindak sebagai pendamping yang juga berfungsi sebagai ibu negara.

Dalam versi lain dari Panji Laras, putra Pangeran Panji Asmarabangun ini bertemu ayahnya hanya sebagai remaja melalui arena adu ayam. Ayam jantan Panji Laras bernama Cinde Laras membanjiri ayam pangeran. MS Nugroho menamakan ceritanya Jago Untuk Presiden dengan gaya yang menarik.

Cerita panji juga tidak asing bagi generasi milenial. Panji dan Lebah Madu (Panji dan Lebah Madu) diciptakan oleh Stephanie Yulianto dalam gaya dongeng anak-anak, saat itu ia juga baru berusia 9 tahun. Siswa kelas empat dari Probolinggo ini menceritakan penyembuhan Dewi Sekar Taji yang sedang sakit, permaisuri Pangeran, dengan madu murni yang ditemukan di hutan dan dijaga oleh lebah madu raksasa.

Henri Nurcahyo, seorang aktivis budaya Panji dari Komunitas Seni Budaya Brang Wetan, mengatakan 10 cerita pendek modern telah membuktikan bahwa semangat cerita Panji dapat menginspirasi karya-karya kontemporer.

“Cerita Panji sebenarnya sangat beragam, sedangkan koleksi cerita pendek ini sebagian besar terinspirasi oleh Panji Laras dan Ande-Ande Lumut,” kata Henri.

Menurut Henri, fakta ini menunjukkan bahwa legenda Panji berpotensi menjadi lebih populer.

“Pemerintah dan aktivis budaya telah mengadakan festival Panji tetapi mereka tidak disertai dengan publikasi karya sastra Panji,” kata penulis Memahami Budaya Panji (Pengertian Budaya Panji). Hal ini pada gilirannya membatasi referensi seniman masa kini dan pemahaman tentang cerita Panji.

Substansi kisah Panji seperti cinta, reuni, pengejaran tanpa henti, bepergian, berpetualang, menyamar, menjadi model, kepahlawanan dan kesucian masih dapat dieksplorasi dan dikembangkan untuk menyusun cerita menarik hari ini.

“Nilai-nilai tersebut dapat dipahami sebagai cara untuk memahami cerita Panji konvensional,” kata Henri.

Mereka yang sudah akrab dengan dongeng Panji konvensional mungkin bingung ketika menemukan interpretasi yang berbeda. Namun pada kenyataannya, versi tersebut dapat memperkaya pemahaman Panji mereka, seperti yang digambarkan antara lain i…

Mereka yang sudah akrab dengan dongeng Panji konvensional mungkin bingung ketika menemukan interpretasi yang berbeda. Tetapi pada kenyataannya, versi seperti itu dapat memperkaya pemahaman Panji mereka, seperti yang digambarkan antara lain dalam The King, sebuah cerita pendek oleh Afrizal Malna, yang Henri gambarkan sebagai sedikit tidak masuk akal.

Orang yang asing dengan Panji konvensional akan mendapatkan pemahaman tentang esensi sebenarnya dari cerita Panji, tambahnya.

Henri berharap Panji literasi akan tumbuh, terutama di kalangan anak muda.

Dosen bidang studi Panji di PGRI Adibuana University (Unipa) Surabaya ini telah mengumpulkan 160 cerita Panji yang ditugasi murid-muridnya untuk ditulis, yang akan diterbitkan sebagai buku. Bagi Henri, cerita Panji merupakan sumber daya budaya yang tidak ada habisnya.

Kerajaan Majapahit memasuki masa jayanya dengan legenda Panji, jadi jangan pernah meninggalkan sastra Panji, tegasnya.