Pembalap BMX Indonesia Mengalami Cedera Untuk Mempertahankan Mimpi Olimpiade

Pembalap BMX Indonesia Mengalami Cedera Untuk Mempertahankan Mimpi Olimpiade – Bagi seorang atlet, mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi dalam acara olahraga kelas dunia seperti Olimpiade adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Untuk mewujudkan mimpi itu, banyak yang rela mengorbankan segalanya, karena itu adalah kesempatan seumur hidup.

Keinginan pembalap BMX I Gusti Bagus Saputra untuk berkompetisi di Olimpiade Tokyo pada bulan Juli dan Agustus sangat besar. Bagus bersedia bekerja ekstra, termasuk dengan berjuang dengan rasa sakit fisik sejak awal Februari.

Bagus mengalami cedera pada pergelangan kaki kanannya setelah jatuh selama sesi latihan di Piala Dunia Supercross BMX di Shepparton, Australia, pada 1 hingga 2 Februari. Cedera itu mencegahnya untuk dapat memberikan yang terbaik, saat ia selesai di posisi ke-117 di antara 135 pembalap berlaga di turnamen.

Dengan rasa sakit yang tertinggal di kaki kanannya, pembalap memaksakan dirinya untuk bersaing di Kejuaraan Nasional 2020 pada hari Jumat

“Pelatih saya tidak membiarkan saya bermain. Dan dokter setuju. Tetapi saya merasa saya benar-benar harus bersaing. Saya memberi tahu mereka bahwa saya [hanya] membutuhkan sesuatu untuk meminimalkan rasa sakit, ”katanya kepada wartawan di Jakarta.

Pembalap BMX Indonesia Mengalami Cedera Untuk Mempertahankan Mimpi Olimpiade

“Selama latihan, saya sudah merasakan sakitnya. Saya berkonsultasi dengan dokter lagi, memintanya untuk memberikan obat penghilang rasa sakit yang kuat, dan dia memberi saya obat yang aman untuk dikonsumsi, ”tambahnya.

Apa yang Bagus lakukan mungkin terdengar tidak masuk akal bagi beberapa orang karena bisa mengakibatkan cedera yang jauh lebih buruk, tetapi pembalap itu tahu bahwa poin yang ditawarkan dalam kejuaraan akan meningkatkan poin individualnya dan poin negara untuk kualifikasi Olimpiade.

Bagus, yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, secara mengejutkan finis pertama di final yang diadakan di Jakarta International BMX Track di Pulo Mas, Jakarta Timur, memajukan Toni Syarifudin, peserta Olimpiade Rio, yang berada di urutan kedua.

Saya sangat berterima kasih karena menang, meskipun tubuh saya tidak fit 100 persen. Saya jatuh selama acara Australia. Dokter [memberi tahu saya] bahwa ada [kemungkinan] robekan pada otot, katanya setelah memenangkan kejuaraan.

Tetapi saya mengatakan kepada dokter bahwa saya bertekad untuk memenangkan kompetisi untuk mengumpulkan lebih banyak poin untuk kualifikasi Olimpiade.

Setelah menyelesaikan lomba Jumat, Bagus memang terlihat seperti dia kesakitan, karena dia pincang.

“Otot saya dalam kondisi baik tetapi saya masih perlu menjalani pemeriksaan menyeluruh. Jika dalam satu minggu saya masih merasakan sakit, [dokter] memberi tahu saya bahwa saya perlu menemui seorang fisioterapis [segera], ”kata atlet berusia 27 tahun itu, sambil menunjuk pergelangan kaki kanannya yang memar.

“Saya akan terus berusaha melakukan yang terbaik. Jika saya masih bisa mengambil bagian dalam kompetisi [masa depan], saya akan mencoba yang terbaik, ”tambahnya.

Bagus, yang memenangkan medali perak di Asian Games 2018, adalah pembalap BMX peringkat tertinggi di negara itu, peringkat pembalap nomor 48 dunia, diraih oleh Rio Akbar di posisi ke-56.

Indonesia bertujuan untuk mengirim satu perwakilan dalam kategori elit balap BMX pria ke Olimpiade Tokyo. Menurut aturan, suatu negara dapat mengirim pengendara ke Tokyo jika berada di posisi keenam sampai ke 11 di peringkat dunia pada 2 Juni ketika periode kualifikasi ditutup. Hingga Februari, Indonesia masih merangkak di peringkat 19 dunia.

Menurut dokter tim bersepeda nasional, Andika Respati, Bagus mungkin memiliki masalah di ligamennya, karena mungkin robek, serta di tendonnya. 99 Bandar

“Setelah kami melakukan rontgen, Alhamdulillah [puji Tuhan] tidak ada masalah dengan tulangnya. Kondisi seperti yang dialami Bagus mungkin perlu empat hingga enam minggu untuk pulih tetapi tergantung pada program terapi. Kami akan selektif dalam memilih turnamen [masa depan] untuk Bagus, ”katanya, merujuk pada tingkat prestise turnamen tersebut.

Pemulihan juga akan tergantung pada seberapa patuh Bagus dalam mengikuti program terapi yang dirancang untuknya, tambahnya.

Sementara itu, pelatih tim nasional Dadang Haries Poernomo mengatakan tim dijadwalkan untuk bersaing di enam turnamen selama periode kualifikasi, termasuk Banyuwangi International BMX di Jawa Timur dan Asian BMX Championship di Jakarta. Kedua turnamen tersebut akan diadakan pada bulan April.

“Nanti, kami akan mengevaluasi pengendara mana yang mendapatkan hasil terbaik. Kami semua sepakat bahwa kami akan mengirim perwakilan teratas [ke Tokyo], ”katanya.